Tangan yang Mengangkat Doa, Menunggu Kembali
Tangan yang Mengangkat Doa, Menunggu Kembali
Di hari kedua perawatan ini, aku berbaring tenang di ruangan yang damai. Cairan infus menetes pelan, membawa harapan kesembuhan ke dalam tubuh yang masih berjuang. Panas belum sepenuhnya pergi, badan masih terasa berat, namun satu hal tak pernah pudar semangat dan doa yang kian kuangkat tinggi.
Lihatlah tanganku ini, terangkat ke atas bukan karena menyerah, melainkan untuk memohon kekuatan, untuk berjanji pada diri sendiri dan pada kalian: aku akan kembali. Selimut ini menutupi tubuhku, tapi tak bisa menutupi kasih sayangku kepada anak-anak didikku di SMAN.
Dari tempatku berbaring ini, hatiku tetap berada di ruang kelas. Aku membayangkan wajah-wajah ceria kalian, mendengar suara kalian memanggil "Ibu Nia". Setiap tetes cairan yang masuk adalah langkah mendekat kepadamu lagi. Setiap napas yang kuatur pelan adalah persiapan untuk berdiri kembali di depan papan tulis.
Aku beristirahat, bukan berhenti berjuang. Aku menunggu, bukan melupakan tugasku. Tangan ini masih bisa mengangkat doa, dan doaku tak pernah putus semoga lekas sembuh, semoga bisa kembali mengajar, semoga bisa kembali tersenyum di antara kalian.
Tunggu Ibu ya. Ibu sedang berjuang, dan Ibu pasti kembali.
Sudah cantik dan pas sekali Nia? Langsung masuk ke blog saja ya 🫶
Comments
Post a Comment