Saat Sakit Menjadi Pelajaran Istirahat Juga Sebuah Ibadah


 
 Saat Sakit Menjadi Pelajaran Istirahat Juga Sebuah Ibadah
 
Sejak hari Minggu, tubuhku memberi sinyal  tak bisa lagi dipaksakan. Muntah tak henti-henti, badan terasa panas lalu dingin menggigil, disertai batuk yang membuat dada terasa sesak. Hari-hari berikutnya justru semakin berat, hingga akhirnya aku dirawat di Rumah Sakit Al-Islam Bandung, diinfus untuk mengembalikan kekuatan yang perlahan pergi .
 
Alhamdulillah, setelah cairan masuk dan perawatan diberikan, muntahnya mulai berkurang. Namun suhu tubuh masih bertahan tinggi  kemarin sempat mencapai 39°C, membuat mata terasa berat menatap dunia, kepala berdenyut pelan namun tak kunjung reda.
 
Di ruang perawatan yang tenang, aku berbaring sambil menatap tetesan cairan di jarum infus. Pikiranku melayang ke kelas, ke murid-muridku di SMAN, ke papan tulis yang belum kusentuh. Ada rindu yang tak tersampaikan  ingin berdiri di depan mereka, membuka buku pelajaran, tersenyum dan berkata, Mari kita belajar hari ini.
 
Namun di sini, di tempat tidur ini, aku belajar pelajaran lain yang tak kalah penting bahwa tubuh juga punya batas, dan beristirahat bukan berarti menyerah. Sebagai guru, aku sering lupa  terlalu sibuk memberi, hingga lupa merawat diri sendiri. Padahal, bagaimana aku bisa memberi manfaat jika diriku sendiri tak utuh?
 
Tetesan infus itu mengajarkanku sabar. Setiap tetes adalah doa. Setiap detik istirahat adalah persiapan agar kelak saat berdiri kembali, aku bisa berdiri lebih kuat, lebih segar, dan lebih bermakna bagi anak-anak didikku.
 
Masih ada demam yang tersisa, masih ada batuk yang sesekali datang. Tapi di dalam hati, aku sudah lebih tenang. Tuhan sedang mengingatkanku "Nia, berhenti sejenak. Tarik napas. Pulihkan dirimu, agar engkau bisa kembali dengan sepenuh jiwa."
 
Untuk kalian, murid-muridku tersayang  Ibu akan segera pulih. Tunggu Ibu ya. Karena janji seorang guru tak pernah putus, sekalipun tubuh sedang beristirahat. Cinta dan doaku tetap menyertai kalian, dari sini, dari tempat aku sedang berjuang kembali sehat.
 
Semoga lekas sembuh,tubuhku. Dunia butuh kehadiranmu  sehat, utuh, dan bersinar kembali. 
 
 
 

Comments

Popular posts from this blog

Dua Jam Penuh Ketika Informatika Menjadi Jembatan Mimpi

Menjadi Jejak yang Menguatkan

WORLD CLEAN UP DAY 2026 SMAR BERSEKA BERSAMA